WELCOME
Supaya Tetap Eksis, Untuk Semua Pengunjung Arya Wiguna' s Blog. Klik lah iklan Dibawah 1 x/hari dan Pada Saat Mengklik Link Artikel atau Link Download dan Semua Link yang ada di Blog ini ditunggu selama kurang lebih 5 detik sampai ada bacaan ,lalu diklik skip adnya. Dengan Demikian Anda telah berdonasi untuk kemajuan blog Ini. Terima Kasih
Khusus Link Mediafire Tips Downloadnya Klik Disini!!!

Thursday, December 2, 2010

Kondom Penyelamat Dunia

Berdasarkan dari catatan sejarah dan arkeologi kesehatan, kondom merupakan salah satu alat pengaman bagi hubungan seksual yang tertua. Pada awal kehadirannya, kondom dibuat secara manual dan eksklusif dari usus biri-biri yang diolah secara sangat berhati-hati. Alat pengaman hubungan seksual tersebut konon bisa digunakan lagi setelah dicuci dan direndam dalam larutan susu panas. Sifatnya yang eksklusif mengindikasikan betapa kesadaran tentang pentingnya seks yang aman memang selalu hadir pertama-tama pada kalangan yang terpelajar dan mampu secara ekonomi.

Pada zaman sekarang pun kesadaran tentang pentingnya kondom bagi peri kehidupan seks masih hadir terutama di kalangan menengah ke atas. Di kalangan menengah ke bawah kesadaran tentang pentingnya kondom masih sangat rendah. Hal ini dikearenakan karena masih banyak sekali warga yang kurang mengetahui tentang pentingnya kondom untuk mencegah terjadinya hiv/aids bagi warga tersebut.
Pada dasarnya kondom dibuat untuk mencegah penularan penyakit kelamin serta untuk mengatur tingkat kelahiran.Meski sejak awal kehadirannya kondom sudah menuai berbagai kontroversi dan penolakan, namun bukti-bukti fungsionalitasnya tak terbatahkan dalam berbagai catatan sejarah maupun pembuktian ilmu kedokteran maupun biologi modern. Data membuktikan bahwa kondom selain sebagai salah satu alat kontrasepsi, pun mempunyai implikasi yang sangat besar terhadap kesehatan masyarakat dalam menahan laju prevalensi HIV/AIDS yang kini telah mencapai 33 juta kasus di dunia. Seperti kisah sukses program kondom 100%  di Thailand yang mampu menahan prevalensi HIV dan mengurangi kasus baru.Meski kondom merupakan hasil produk teknologi untuk intervensi aktivitas seksual dan juga untuk keperluan kesehatan reproduksi dan seksual.
Persoalan kependudukan kini menjadi ancaman yang luarbiasa bagi peradaban global, ditambah dengan berbagai ancaman bencana yang menghadang seperti kelaparan, gagal panen, pemanasan global, desertisasi, dan sebagainya. Jumlah penduduk dunia yang membengkak, ditambah dengan hadirnya berbagai penyakit seperti hiv/aids dan penyakit baru, serta meruaknya kerusakan alam yang menyertainya, membuat nilai penting kondom meningkat artinya bagi PBB, lembaga-lembaga kesehatan dunia, serta berbagai organisasi kemasyarakatan independen lainnya.
Saat ini kita bisa melihat di masyarakat, kampanye HIV-AIDS dan pentingnya seks yang aman serta peran penting kondom masih lebih banyak dilakukan oleh kaum elit, yang masih bergantung penuh pada dukungan keamanan dari pemerintah. Tanpa hadirnya sebuah event khusus yang didukung pemerintah, kampanye seks yang aman kadang berpotensi berbenturan dengan kelompok sipil konservatif dalam masyarakat.
Hal ini sungguh kontras dengan tuntutan zaman yang menghadang manusia saat ini. Realitas ngeri yang ada jika KB serta pemanfaatan piranti seks aman seperti kondom tak dijalankan penuh oleh masyarakat dunia adalah sangat jelas: peningkatan jumlah penderita HIV-AIDS serta penyakit menular seksual lainnya, serta peledakan jumlah penduduk. Hal ini adalah bentuk bencana global lain karena ulah manusia selain pemanasan global.
Pada saat ini, ada sebuah euforia dimana banyak orang merasa HIV-AIDS sudah bukan lagi hal yang menakutkan.Tren seks bebas yang tak aman dan pemanfaatan jarum suntik secara bersama kembali marak dilakukan. Hal ini tidak seperti zaman tahun 80-an dan 90-an di saat masyarakat dunia panik akan wabah HIV-AIDS. Pada tahun 80-an dan 90-an, terjadi tren penurunan perilaku seks bebas. Hadirnya obat retroviral yang bisa mengurangi angka kematian penderita HIV-AIDS membuat masyarakat kelas menengah dunia terlena. Padahal obat-obatan retroviral bukanlah pemecahan sempurna bagi HIV-AIDS.
Obat-obatan retrovitral hanya berfungsi menghambat penyebaran virus HIV dalam tubuh saja. Masyarakat dunia belum menyadari bahwa sistem pengobatan modern belum bisa mengobati penyakit akibat inveksi virus. Apalagi, tren HIV-AIDS adalah bersifat seperti gunung es. Yang nampak dan disadari oleh publik tidak sama seperti realitasnya. Banyak orang dengan HIV-AIDS yang tidak menyadari kondisinya, baik karena segan maupun takut untuk memeriksakan diri ke dokter ataupun rumah sakit, maupun karena ketidak mengertian karena kurangnya pengetahuan dan informasi.
Buruknya lagi masyarakat umum (termasuk kaum terpelajarnya) masih memandang bahwa HIV-AIDS hanya diderita oleh kaum gay maupun penyalahguna narkotika suntik saja. Kenyataan membuktikan bahwa kasus HIV-AIDS di dunia ketiga dan negara miskin seperti di Afrika, India, dan Bangladesh justru makin meningkat.
Sebab-sebabnya adalah demikian kompleks, sehingga identifikasi HIV-AIDS dengan seks yang tak aman serta berbagi jarum suntuk narkotika tidak lagi mencukupi untuk menjelaskannya. Kini boleh dikatakan siapapun saja bisa terkena HIV-AIDS, terutama di negeri-negeri bencana AHIV-AIDS tersebut.
Globalisasi liberal dalam kenyataannya makin memiskinkan negeri-negeri miskin tersebut, dan budaya konsumerisme ghlobal justru makin memencilkan mereka dari arus  peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan global. Masyarakat di sana tidak memiliki akses yang memadai terhadap obat-obatan maupun perawatan kesehatan yang baik, sehingga dijumpai kenyataan yang demikian pahit bahwa tingkat inveksi HIV di wilayah-wilayah tersebut sangat tinggi namun hampir mustahil terdeteksi final dan tertangani. Ada beberapa negara di Afrika yang tingkat penderita HIV-AIDS mencapai hampir separuh penduduknya.
Negara-negara seperti itu berpotensi menjadi negeri yang gagal dan kolaps. Saat ini kesulitan ekonomi dunia, bahaya bencana pemanasan global, dan berbagai jenis konflik global (misalnya isu terorisme) membuat kepedulian masyarakat dunia kepada dunia Afrika dan negeri-negeri miskin lainnya menjadi berkurang drastis. Masyarakat miskin dunia seakan ditinggalkan sendirian untuk mati merana. Dunia ada dalam situasi bencana ketidakpedulian dan egoisme global.
Oleh sebab itu fokus dasar bagi peradaban dunia saat ini sebenarnya sangatlah jelas yaitu bagaimana bisa meredam pertambahan penduduk dunia yang semakin hari semakin tak terkontrol ini, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan umum, menata perikehidupan dunia yang adil, dan menemukan sistem perilaku manusia yang lebih ramah lingkungan. Jika semua prasyarat tersebut terpenuhi, maka niscaya keruwetan dunia selama ini akan terhapuskan. HIV-AIDS merupakan salah satu elemen persoalan kesejahteraan dan kesehatan global tersebut.
Oleh sebab itu, keberlanjutan sistem pengendalian penduduk dan pengendalian penyakit yang murah adalah sebuah keniscayaan. Dalam posisi inilah, kondom menempati rangkingnya yang tinggi.
Secara teoritis seharusnya kondom bisa menjadi salah satu sumbangan dari dunia pertama kepada dunia ketiga. Sumbangan tersebut bisa berbentuk langsung seperti penerjunan langsung berton-ton kondom kepada masyarakat yang sedang tertimpa bencana kesehatan maupun kelaparan, sumbangan mesin dan peralatan pabrik pembuat kondom bagi dunia ketiga, serta berbagai insentif bantuan lainnya.
Indonesia sebenarnya adalah negara yang sangat berpengalaman dalam pembuatan kondom. Teknologi perusahaan-perusahaan kondom Indonesia termasuk salah satu yang terbaik di dunia. Hal ini karena posisi sentral Indonesia sebagai penghasil karet alami berkualitas tinggi. Meskipun masih kalah dibandingkan dengan Malaysia, namun produk-produk karet alami Indonesia kulaitasnya jauh lebih baik.
Sementara itu pabrik-pabrik kondom di Indonesia juga telah sejak lama berpengalaman dalam pembuatan kondom yang baik, liat, dan tahan bocor. Persoalan yang masih dialami oleh pabrik-pabrik kondom di Indonesia justru adalah belum adanya insentif pemerintah dalam mendukung industri kondom di Indonesia.
Sebenarnya insentif itu sangat penting, seperti pengurangan pajak, kemudahan ekspor, serta dukungan promosi di dunia internasional. Kondom Indonesia konon terkenal karena tidak mudah terkoyak, sehingga banyak dimanfaatkan oleh para tentara barat untuk menutupi moncong senjata api mereka dari bahaya intrusi debu, lumpur, dan air. Hal tersebut sungguh ironis. Kondom yang dirancang dengan tujuan yang sangat mulia, ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan perang dan keberlanjutan konflik global.Hal ini disebabkan sifat alami teknologi kondom yang sederhana, murah, sangat kuat serta aman
Teknologi pembuatan kondom sangatlah murah dibanding dengan teknologi obat-obatan pil KB, spiral, suntik KB dan sebagainya. Bila suntik KB dan pil berpotensi menimbulkan efek samping kekacauan hormonal bagi kaum  perempuan, maka kondom sama sekali aman karena sifatnya yang berbahan alami dan dipakai di bagian luar tubuh (penis).
Pembuatan kondom juga termasuk sangat murah, apalagi bagi negeri penghasil karet yang sangat besar seperti Indonesia. Jika kondom bisa diproduksi massal dalam sebuah negara, dengan insentif yang kuat, dan dukungan-dukungan industrial lainnya, maka harganya akan bisa dijangkau bahkan oleh golongan masyarakat yang paling miskin. Untuk mendukung semuanya, maka pemerintah seharusnya meningkatkan kampanye pembudayaan kondom bagi keluarga dan kaum remaja.
Kelebihan kondom adalah tingkat tata pelaksanaan produksi serta tujuan pasarnya yang sungguh luas. Kondom bisa dibuat generik dan murah, namun kondom bisa dibuat eksklusif dan mewah berbagai variasi bentuk dan rasa. Dengan rentang harga yang besar dan fasilitas yang beragam pula, maka kondom sebenarnya bisa menjangkau segmen yang sangat luas di masyarakat.
Kondom terbukti juga meningkatkan peran serta pria bukan hanya dalam kontrasepsi (pengaturan jumlah kelahiran) saja, namun dalam upaya global mengerem tingkat penularan penyakit menular seksual. Peran kaum lelaki tersebut sangatlah penting, karena keikutsertaan aktif seluruh elemen gender dalam Kelauarga Berencana, perilaku seks yang aman, dan penanggulangan HIV-AIDS membuat gerakan itu lebih nyata dan berarti. Namun demikian persoalan kondom berkait dengan permasalahan yang lebih besar di masyarakat, yaitu soal nilai-nilai moral dan penerapannya.
Fakta-fakta lapangan menunjukkan bahwa sebab-sebab utama masih kurangnya penggunaan kondom di Indonesia yaitu Kondom mendapatkan nama dan stigma buruk disebabkan oleh adanya larangan yang mendalam dan bersifat budayawi. Dalam hal ini, beban sejarah, nilai ketat religi, moralitas sosial, tatanan sopan santun, mitos-mitos keliru, serta jurang pemisah kaum marginal dan borjuis, saling berkaitan dan selalu menimbulkan ketegangan.Masyarakat masih menganggap bahwa HIV-AIDS serta penyakit menular seksual lainnya merupakan hukuman Tuhan terhadap perilaku seks bebas ataupun menyimpang,masih sedikit masyarakat yang mau bersimpati pada korban serta masyarakat masih menyepelekan bahaya penyakit menular seksual. Mereka masih berkeyakinan, bahwa penyakit hanya bisa datang pada orang lain saja.
Indonesia adalah tempat yang paradoks dalam hal seks. Seks merupakan warisan leluhur yang sangat mendalam dipahami, namun pada era modern sekarang tiba-tiba seks menjadi alat yang disangkal. Walau kenyataan ada di mana-mana, di kafe, di mall, di bar, di kos-kosan, di pemukiman kumuh maupun mewah, bahkan di institusi-institusi, namun semuanya disangkal atas nama moralitas. Nilai-nilai kemunafikan seperti ini sebenarnya menggiring kita pada kemunafikan yang lebih besar, yaitu bagaimana kita memandang harkat dan martabat manusia.
Mereka yang memandang tinggi harkat dan martabat manusia akan berjuang sekuat tenaga agar orang lain di sekelilingnya bisa menjadi lebih baik dan sejahtera. Ia akan lebih memiliki simpati dan empati dibandingkan dengan dorongan ego dan moralitas sempit. Ia akan lebih bisa menerima perbedaan, bahkan misalkan hal-hal yang ia temui ternyata bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran egoistik yang ia miliki.
Yang harus dilakukan pemerintah dalam upaya mentradisikan penggunaan kondom di lingkungan sosial untuk mengurangi resiko dan konsekuensi buruk dari hiv/aids adalah Kampanye yang bersifat aktif dan terus menerus di masyarakat tentang guna kondom Penjualan massal kondom generik, seperti misalnya meningkatkan jumlah ATM kondom di berbagai tempat perbelanjaan mengajak para pedagang kelontong untuk menjual kondom, misalnya dengan memberi insentif diskon harga, melakukan kampanye seks yang aman secara jujur dan sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan mengenai HIV-AIDS bukan yang hanya didasarkan pada kaidah moral saja.

Hal itu juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat.Yang perlu dilakukan masyarakat adalah tidak mengucilkan orang-orang yang terinveksi HIV-AIDS,memberikan perhatian terhadap para PSK, penghargaan terhadap perilaku seks yang lebih bebas, aktifnya masyarakat dalam kampanye HIV-AIDS, meningkatkan penggunaan kondom dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mencegah penyebaran virus HIV-AIDS
Dengan usaha-usaha keras dan jujur tersebut, maka kita bisa mengharapkan terciptanya masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera di masa depan. Hal tersebut tentu saja tidak akan terlihat secara instan, namun terjadi secara bertahap dan terbukti dalam pergulatan sejarah yang panjang. Masa depan adalah milik para generasi muda kita, oleh sebab itu orientasi kehidupan juga harus selalu mengarah ke depan dengan mengarusutamakan pandangan-pandangan hidup yang juga modern dan optimistis. Kondom, akan  tercatat dalam tinta emas sejarah menjadi salah satu penyelamat kehidupan manusia terutama dalam penyebaran virus HIV-AIDS

Comments :

2 comments to “Kondom Penyelamat Dunia”

Anonymous said...
on 

Infonya Bagus gan

Arya Wiguna said...
on 

Thank you bro...

Post a Comment

← 

EXchange Link

With Text
With Banner
Arya
Tukar Link Otomatis Klik Disini!!!
 

Copyright © 2009 by Aryawiguna's Blog

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger